Sejarah FEUI
Universitas Indonesia merupakan gabungan dari Balai Perguruan Tinggi Universitas Indonesia dan Universiteit van Indonesie. Pada awalnya, pendidikan ekonomi masih merupakan jurusan sosial ekonomi pada Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat. Namun tidak lama setelah UI didirikan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk membuka Fakultas Ekonomi untuk memberi jawaban akan kebutuhan sendiri.

Berbeda dengan beberapa fakultas lain seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik atau Fakultas Hukum di lingkungan Universitas Indonesia (UI) yang berasal dari beberapa sekolah tinggi yang sudah didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1920-an, embrio FEUI baru muncul setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. FEUI lahir ketika Republik Indonesia baru berumur lima tahun, sehingga tak heran bila kelahiran FEUI masih dilingkupi nuansa yang kental akan Indonesia yang baru saja merdeka. Untuk menjawab tuntutan yang muncul pada masa awal kemerdekaan dan dirasa perlunya lembaga pendidikan tinggi yang dapat mencetak ahli-ahli perekonomian dan pengelolaan perusahaan untuk membangun Indonesia yang baru lepas dari penjajahan, maka kemudian didirikanlah FEUI.

Jalinan kisah FEUI bermula tanggal 18 September 1950, ketika Jurusan Sosial-Ekonomi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) memisahkan diri menjadi Fakultas Ekonomi-UI (FEUI). Pada saat yang bersamaan mahasiswa Akademi Nasional yang juga mengkaji ilmu ekonomi bergabung dengan fakultas baru tersebut. Maka jadilah mereka sebagai mahasiswa angkatan pertama di FEUI. Uniknya, 300 mahasiswa tersebut diajar oleh staf pengajar yang jumlahnya sangat terbatas, dan urusan administrasi pun ditangani oleh mahasiswa sendiri. Bermula dari itu, maka 18 September 1950 resmi ditetapkan sebagai hari jadi FEUI. Bisa dikatakan FEUI merupakan lembaga pendidikan tinggi ekonomi yang tertua di Indonesia. Sampai saat ini FEUI telah dipimpin oleh 15 orang dekan yakni:
  • Prof. MR. R. Soenario Kolopaking (1950-1951)
  • Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo (1951-1957)
  • Prof. Mr. Djoko Soetono (1958-1962)
  • Prof. Rd. Soeriatmadja (1962-1964)
  • Prof. Dr. Widjojo Nitisastro (1964-1968)
  • Prof. Ali Wardhana (1968-1978)
  • Dr. Djunaedi Hadisumarto (1978-1984)
  • Prof. Dr. Wagiono Ismangil (1984-1988)
  • Prof. Dr. Mohammad Arsjad Anwar (1988-1994)
  • Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti (1994-1997)
  • Prof. Dr. Anwar Nasution (1997-2001)
  • Aditiawan Chandra, PhD (2001-2005)
  • Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro, PhD (2005-2009)
  • Prof. Firmanzah (2009-2012)
  • Jossy P. Moeis, Ph.D (2012-sekarang)
Monumen Air Mancur Makara
Kampus FEUI Depok